Penyakit X Akan Diprediksi Bakal Jadi Pandemi Untuk Selanjutnya

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) sudah memperingatkan masyarakat dunia untuk bersiap menghadapi ‘Disease X’ atau penyakit X. Para pemimpin dunia dan sejumlah ahli, sekarang tengah menyiapkan pencegahan untuk pandemi berikutnya setelah COVID-19.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, sudah bergabung dengan para pemimpin dunia di KTT Davos untuk membahas taktik menghadapi potensi pandemi ini.

“Ketika musim dingin membawa kembali lonjakan penyakit pernafasan dan praktik era pandemi seperti kewajiban mengaplikasikan slot server thailand no 1 masker, para ahli kesehatan global berpikir ke depan tentang bagaimana mempersiapkan diri menghadapi wabah besar berikutnya,” tulis laporan dalam Al Jazeera, dikutip Jumat (19/1/2024).

Apa Itu ‘Disease X’ atau Penyakit X?

Pada 2018, WHO sudah menambahkan Penyakit X ke dalam daftar patogen yang menjadi prioritas utama penelitian, kecuali penyakit pembunuh yang dikenal seperti Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) dan Ebola.

WHO memberi label potensi ancaman ini sebagai “Penyakit X” dengan tujuan untuk memprioritaskan persiapan menghadapi penyakit yang belum memiliki vaksin atau pengobatan.

Kemudian pada 2022, WHO meluncurkan cara kerja ilmiah global untuk memperbarui daftar patogen yang berpotensi mematikan. Mereka bergerak dalam penelitian untuk mengembangkan vaksin, pengujian, dan pengobatan yang efektif.

Pelaksanaannya meliputi kriteria ilmiah dan kesehatan masyarakat, melainkan juga memutuskan kemungkinan dampak sosio-ekonomi dan jalan masuk terhadap perbuatan penyelamatan jiwa.

Pendekatan ini tak hanya berkonsentrasi pada patogen individu, melainkan juga semua kelas virus atau kuman, sebagaimana dikutip dari USA Today.

Dikenal, lebih dari 200 ilmuwan dari 53 negara bergabung dalam upaya untuk mengukur secara independen 30 keluarga virus.

Satu golongan inti kuman dan apa yang disebut “patogen X,” yang dikhawatirkan WHO memiliki kemampuan untuk memicu pandemi global yang parah.

Padahal virus hal yang demikian belum dikenal keberadaannya dikala ini, para peneliti, ilmuwan, dan ahli berharap untuk secara proaktif membikin rencana perbuatan untuk memerangi virus hal yang demikian.

Pakar mengatakan terhadap CBS News, bahwa hal ini bisa terjadi lebih pesat dari yang diperkirakan.

“Ada jenis virus yang memiliki tingkat kematian benar-benar tinggi yang bisa mengembangkan kemampuan untuk menularkan secara efisien dari manusia ke manusia,” kata Dr Amesh Adalja dari Sentra Keamanan Kesehatan Johns Hopkins.

Tentang Penulis

admin7