Silent Treatment

Silent Treatment, Niat Selesaikan Masalah Ternyata Jadi Merusak Hubungan Interpersonal

Silent treatment, atau perlakuan diam, merupakan bentuk penghindaran didalam berkomunikasi yang kerap dikerjakan dalam hubungan interpersonal. Selain itu, di sini kami juga akan sedikit membahas tentang permainan judi slot online yang tersedia di link situs jepang slot

Perlakuan ini dapat terjadi didalam hubungan yang bersifat romantis, persahabatan, atau lebih-lebih dalam hubungan keluarga.

Dalam praktiknya, silent treatment kebanyakan dikerjakan bersama tidak menambahkan respons terhadap pesan atau komunikasi dari orang lain.

Seseorang yang mengalami perlakuan ini dapat merasa diabaikan dan tidak dihargai. Hal ini dapat berdampak negatif terhadap hubungan interpersonal dan juga kesehatan mental seseorang.

Sebuah studi berjudul “The timing of divorce: Predicting when a couple will divorce over a 14-year period. Journal of Marriage plus Family” yang dikerjakan oleh psikolog John Gottman membuktikan bahwa silent treatment merupakan tidak benar satu bentuk prilaku destruktif didalam hubungan.

Menurut Gottman, silent treatment dapat memicu pasangan kehilangan kepercayaan, keintiman, dan rasa saling terhubung.

Selain itu, sebuah jurnal psikologi yang diterbitkan di Amerika Serikat, Journal of Social plus Personal Relationships, membuktikan bahwa silent treatment dapat tingkatkan tingkat stres dan menurunkan kepercayaan diri seseorang.

Studi ini membuktikan bahwa perlakuan diam dapat memicu tanggapan fisiologis seperti peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan takaran kortisol didalam tubuh.

Menurut penulis buku “The Power of No” dan “The Power of Yes”, James Altucher, “Silent treatment adalah tindakan pengecut didalam berkomunikasi. Membuat orang lain merasa diabaikan adalah langkah terburuk untuk memperbaiki masalah.”

Hal yang sama diungkapkan oleh Dr. Lisa Firestone, seorang psikolog klinis dan penulis buku “Conquer Your Critical Inner Voice”. Menurutnya, “Perlakuan diam dapat mengakibatkan kerusakan hubungan dan memperburuk kasus yang ada.

Jika seseorang idamkan memperbaiki hubungannya, maka komunikasi adalah kunci untuk mencapainya.”

Buku “Emotional Blackmail” karya Susan Forward juga mengatakan bahwa silent treatment dapat digunakan sebagai bentuk pengendalian dan manipulasi didalam hubungan.

Hal ini dapat memicu korban merasa terisolasi dan kehilangan pemeriksaan didalam hubungannya.

Tentang Penulis

admin3