Waspada, Ini Sederet Bahayanya Sedentary Lifestyle bagi Kesehatan

Sedentary lifestyle merupakan gaya hidup yang kurang aktif bergerak atau melaksanakan aktivitas jasmaniah. Ini merupakan gaya hidup yang tidak sehat sebab dapat mengundang banyak bahaya bagi kesehatan.

Orang yang menjalani sedentary lifestyle biasanya lebih banyak menghabiskan waktunya untuk duduk atau berbaring dengan sedikit atau tanpa berolahraga. Wanita cenderung lebih banyak menjalani gaya hidup tidak aktif ini daripada pria.

Secara tidak disadari, banyak pula pekerja yang slot deposit qris menjalani sedentary lifestyle, seumpama merupakan pekerja kantoran yang menghabiskan sebagian besar waktunya di meja kerja.

Diberitakan dari berbagai sumber, Selasa (7/5/24), berikut sederet bahayanya sedentary lifestyle bagi keseharian kita, antara lain:

  1. Menurunkan imunitas tubuh

Pelaku sedentary lifestyle kemungkinan besar akan mempunyai imunitas tubuh yang lemah, apalagi apabila gaya hidup ini dijalankan dalam rentang waktu yang lama.

Penelitian menampakkan bahwa tidak aktif bergerak selama berminggu-minggu dan berbulan-bulan dapat menyebabkan cara imunitas tubuh menurun. Keadaan ini menyebabkan orang yang kurang aktif bergerak rentan untuk terkena infeksi dan penyakit.

  1. Menyebabkan obesitas

Sebab pelaku sedentary lifestyle cenderung kurang aktif bergerak, jumlah kalori yang dibakar oleh tubuh pun sedikit. Lemak dalam tubuh juga dapat menumpuk sehingga berat badan pelaku gaya hidup ini akan gampang naik. Keadaan ini lambat laun dapat memicu terjadinya obesitas.

Sebuah penelitian pun membongkar fakta berkaitan hal ini. Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa terbiasa duduk selama 8 jam atau lebih setiap hari cakap meningkatkan risiko terkena obesitas.

  1. Meningkatkan risiko terkena diabetes variasi 2

Orang yang menjalani sedentary lifestyle rentan terkena diabetes variasi 2. Risiko untuk terkena penyakit ini pun dapat meningkat sampai 112%. Keadaan ini sebab kurangnya melaksanakan aktivitas jasmaniah dapat memicu terjadinya resistensi insulin.

Keadaan tersebut dapat menyebabkan penumpukan gula di dalam darah yang pada akibatnya dapat menyebabkan diabetes variasi 2.

  1. Meningkatkan risiko terkena penyakit jantung

Pasalnya, kurangnya berkesibukan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan kolesterol dalam tubuh. Tak tekanan darah meningkat, pembuluh arteri yang memasok darah ke jantung dapat menyempit atau rusak. Keadaan ini memicu terjadinya penyakit jantung.

Sementara itu, tingginya kadar kolesterol dalam tubuh dapat menyebabkan penyempitan atau pengerasan pembuluh darah atau aterosklerosis, yang juga berkontribusi terhadap penyakit jantung.

  1. Meningkatkan risiko terkena gangguan mental

Keadaan cuma berimbas pada kesehatan jasmaniah, sedentary lifestyle juga dapat membuat pelakunya rentan untuk mengalami gangguan mental, seperti depresi dan gangguan kecemasan.

Keterkaitan antara sedentary lifestyle dengan gangguan mental perlu diteliti lebih lanjut. , ada dugaan bahwa banyaknya waktu yang dihabiskan untuk duduk dan berbaring membuat pelaku jarang keluar rumah dan melaksanakan aktivitas yang disukai. Keadaan ini dapat membuat mereka lebih gampang untuk tertekan.

Tentang Penulis

admin7